DARI DANA DESA MENJADI TOREHAN BATIK KHAS NAGARI BUKIK BATABUAH
Lahirnya produk Batik Tulis dan Cetak khas Nagari Bukik Batabuah berawal dari sebuah pemikiran visioner Walinagari Bukik Batabuah, Firdaus, yang ingin menghadirkan identitas budaya nagari dalam bentuk karya seni yang bernilai ekonomi dan estetika tinggi. Gagasan ini muncul dari semangat untuk mengenalkan kekhasan Bukik Batabuah dan Minangkabau kepada masyarakat luas melalui medium batik — sebuah simbol keindahan, ketekunan, dan kearifan lokal yang kemudian disepakati dalam forum Musyawarah Nagari sebagai Pengambil Keputusan tertinggi untuk di tuangkan dalam RKP Nagari dan didanai pada APB Nagari menggunakan Dana Desa.
Motif batik Bukik Batabuah terinspirasi dari keindahan alam dan kehidupan tradisional masyarakatnya. Beberapa elemen utama yang dituangkan dalam motif antara lain:
- Gunung Marapi, sebagai latar alam megah yang menjadi simbol kekuatan dan sumber kehidupan masyarakat.
- Rumah Gadang, lambang kebudayaan Minangkabau yang menjunjung tinggi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
- Proses tradisional pembuatan gula merah, menggambarkan masyarakat yang bekerja dengan gotong royong, memanfaatkan tenaga kerbau untuk menggiling tebu, dan menjaga warisan leluhur secara turun-temurun.
Batik ini bukan sekadar kain, melainkan cerita tentang kehidupan, adat, dan alam Bukik Batabuah yang dituangkan ke dalam motif dan warna.
Ke depan, Pemerintah Nagari Bukik Batabuah berkomitmen untuk mengembangkan Kampung Batik Bukik Batabuah sebagai salah satu ikon budaya dan ekonomi kreatif nagari yang akan menjadi pusat produksi, pelatihan, dan promosi batik khas daerah.
Harapannya, batik ini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional, serta membuka peluang kerja dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat nagari.

Comments
Post a Comment